Aku pun mulai mundur teratur selangkah demi selangkah, aku tidak tau harus berbuat apa saat itu sampai akhirnya aku terpojok oleh bibir ranjang tidurku.“Mang…Jangaaaan…!” kataku dengan suara gemetar.“Huahahaha…! Bokeb Mataku terpejam dan sebentar saja aku jadi terlelap ketiduran.Aku terbangun lagi ketika jam dinding menunjukkan sore hari.Percintaan liar tadi masih saja membayangi pikiranku, bagaimanapun si Mamang memuaskan tubuh ini masih jelas terasa. Percuma Nona… Mamang udah nafsu liat badan mulus Nona…” dia hanya tertawa saat melihatku ketakutan.“Jangan dong Mang…!” jeritku begitu jaraknya beberapa langkah dariku.Mamang mulai menerjangku hingga terpental jatuh di atas ranjang dan dalam hitungan detik tubuhnya langsung menyusul dan menindih tubuhku yg dalam keadaan pasrah.Aku terus berusaha meronta saat Mamang mulai menggerayangi tubuhku dalam himpitannya.Perlawananku yg terus-menerus dengan menggunakan kedua tangan dan kedua kakiku untuk menendang-nendangnya terus membuatnya sedikit kewalahan hingga sulit untuk berusaha menciumku hingga akhirnya aku berhasil lepas dari himpitan tubuhnya yg kekar itu.Begitu aku mendapat kesempatan untuk mundur dan menjauh dengan membalikkan tubuhku dan berusaha merangkak namun aku masih kalah cepat dengannya, mantan




















