“Engga mau bang.. Adegan awal diperlihatkan seperti ada semacam kerja kelompok dan ada beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang sedang mengerjakan tugas dan makan-makan.Menurutku si wanitanya cakep juga dan karena nontonnya rame-rame, teman-temanku pada ribut merequest agar adegan ngobrolnya dipercepat dan langsung menuju adegan syuurnya.. Bokeb malam itu aku segera menuju rumah temanku untuk meminjam film VCD itu darinya lalu cepat-cepat pulang ke rumah.Sesampainya di rumah aku segera membantu Wilda mengerjakan PR-nya lalu setelah selesai aku menyuruhnya untuk tidur. “Ahh.. iya, kebetulan sekolahnya Tia lagi ada libur seminggu, jadi Tia bapak ajak biar nanti Tia bisa jalan-jalan sama ibunya ke Dufan” jawab Pak Sis.“Iih.. iih Wilda takut, Wilda kan sayang sama papa mama kalau begitu Wilda janji engga mau bilang siapa-siapa” terlihat ekspresi wajah Wilda berubah menjadi sedikit ketakutan.“Wilda juga harus janji untuk selalu menurut kata-kata abang, tidak boleh protes atau melawan agar Wilda mudah mempelajari seperti yang Wilda tonton di film tadi, janji?” kataku seraya memajukan jari kelingking kananku.




















