Sementara Jemari Andi sibuk mengobok obok vaginaku…aduh..diapain sih punya gue…! Doni mengikuti dari belakang…diikuti Rudi, Robert, Syuman dan aaahhh…sungguh kurang ajar mereka. Bokeb gue nggak mau…ok ? Gila…ada juga batang yang sexy kaya begini. “ Tanya Andi. Tapi apa harus malam ini…rasanya aku belum siap…Dan lagi kalo suamiku tiba tiba bangun terus melihat aku lagi disetubuhi habis habisan gimana hayo….aduhhh tapi batang Robert yang mengaduk aduk vaginaku sungguh enak..Aku kembali meracau “ lebih cepaaaat…lebih cepat….uhhhh…ayooo…” Robert mengayun pinggangnya lebih kuat membuat pantatku berbunyi keras kena hempasan pahanya. sekali lagi nikmat.!! Setelah usia pernikahan kami menginjak 15 tahun, kami sering melakukan perjalanan ke luar kota, seperti di Ubud Bali.Kali ini kami berdua kembali menginap di ubud bali. Pintaku memelas…Aku memang menikmati digilir tapi tidak untuk merasakan sperma mereka, bagiku hanya sperma suamiku yang boleh masuk ke dalam tubuhku. “Rin…coba lihat…terisi penuh kan…semua bisa masuk lohhh…” Andi tersenyum senyum.




















