Setelah beberapa saat Mas Andy kulihat terdiam, merenung, lalu“ Hmmm… saya pikir dulu, sebelumnya terima kasih ya Wan ”,ucap Mas Andy.“ Ya Mas sama-sama… ”, ucapku dengan senyuman.Saat itu dalam hatiku, saya berpikir habislah sudah kesempatanku, tapi setelah di dalam kamar, sekitar 1 jam kemudian saya yang tertidur, terbangun oleh ketukan di pintu. ”, tanya Mas Andy.“ Ndak… masuk saja Mas ”, ucapku mempersilahkan.Setelah kami berdua duduk di karpet kamarku, lalu…“ Begini, ini soal lamaran kerja yang kamu bilang itu, tempatnya di mana sih ? Bokep Indo ”, ucap Mas Andy.“ Sekitar jam kerja saja baiknya, jam 07.00 pagi saja Mas ”, ucapku menyarankan.Mas Andy hanya mengangguk tersenyum, lalu permisi seraya tak lupa berterima kasih kepadsaya. Kembali saya mengetuk pintu kamarnya pelan,“ Selamat pagi Mba’ ”, ucapku msembari mengetuk pintu Mba’ Erna.“ Iya, siapa yah ”, suara lembut Mba’ Erna menyahut dari dalam kamar.Mba’ Erna-pun membuka pintu, kali ini dia berdiri di depan pintunya, tidak seperti kemarin yang hanya melongokkan kepala dari celah pintu yang se’dikit terbuka.




















