Di ruang periksa?Gila !Entah bagaimana prosesnya, tahu-tahu bibir kami sudah beradu. Bokep Mama Kalo nelen udah engga sakit lagi”“Perutnya ?”“Udah enak”“Syukurlah … Trus, apa lagi yang sakit ?”“Itu Dok .. Aku memberi kode dengan mengedipkan mata, lalu masuk ke ruang periksa, menunggu.Syeni masuk.“Kunci pintunya” perintahku.Sampai di ruang periksa Syeni langsung memelukku, erat sekali.“Dok …”“Ya .Syeni .”Tak perlu kata-kata lagi, bibir kami langsung berpagutan. sesak bernafas, hidung mampet, trus perut saya mules”“Kalau menelan sesuatu sakit engga Bu ““Benar dok”“Badannya panas ?”Telapak tangannya ditempelkan ke dagunya.“Agak anget kayanya”Kayanya radang tenggorokan.“Trus mulesnya . Engga apa-apa kok. Di saat tangannya ke belakang ini, buah dadanya tampak makin menonjol. Umumnya mereka puas atas hasil diagnosisku, bahkan sebagian besar pasien merupakan pasien “langganan”, artinya mereka sudah berulang kali konsultasi kepadaku tentang kesehatannya. Jelas sekali, disengaja atau tidak, Syeni telah terangsang .“Oh . Tapi Syeni membiarkan kenakalanku. sebelah kanannya .”Aku menggeser cup Bhnya lebih kebawah.




















