Aku terus memandanginya dengan berbagai perasaan berkecamuk di dalam dada. Seharusnya kamu bilang sejak semula…”, kataku mencoba menghibur.Reny hanya diam saja. Bokep Montok Renny menyeringai dan merintih tertahan sambil mengigit-gigit bibirnya sendiri, saat aku sudah mulai menggerak-gerakan pinggulku dengan irama yang tetap dan teratur.Perlahan tapi pasti, Reni mulai mengimbangi gerakan tubuhku. Dan rasa terkejutku seketika lenyap oleh desakan gairah membara yang begitu berkobar-kobar.Aku mulai menggerak-gerakan tubuhku, agar penisku dapat bermain-main di dalam lubang vagina Renny yang masih begitu rapat dan kenyal, Sementara Reni sudah mulai tampak tidak kesakitan dan sesekali tampak di wajahnya dia sudah bisa mulai merasakan kenikmatan dari gerakan-gerakan maju mundur penisku seakan membawanya ke batas ujung dunia tak bertepi.Malam itu juga Reni menyerahkan keperawannya padaku tanpa ada unsur paksaan. “Aku…, hmm, aku…” Reni tidak bisa meneruskan kata-katanya. Aku hampir tidak percaya bahwa malam ini aku juga mengambil keperawanan dari gadis yang begitu aku sukai ini.




















