Dan kamipun bisa lewat, setelah masuk dalam mobilku segera aku membawa Rahma pergi dari tempat itu dan berhenti di sebuah tepi danau yang agak sepi. Tanpa aku mengatakan sesuatu Rahma sudah menangis “Sudah Rahma..kamu jangan menagis..aku hanya tidak mau kamu ada di tempat itu..” Kataku.Kini dia berhenti dan bilang ” Sebenarnya saya juga tidak mau bekerja di tempat itu Pak..tapi keadaan yang membawa saya…” Aku memegang tangannya yang bergetar. Bokep Colmek Rahma mendekap semakin erat dan diapun mendesah panjang juga.Kamipun saling berpelukan dan berdiam diri, saat itu aku merasa kalau perbuatanku salah. Kalau masuk ke club ini benar-benar orang yang sudah memiliki KTP, bersama 5 orang teman kuliahku dulu. Dan ketika dia menyentuh buah zakarku yang sedari tadi menegang dia tersenyum dan berusaha membuka resletingku.Dengan agak kasar aku hempas tangan Rahma. dan mendapat kepercayaan sebagai wali kelas di salah satu sekolah itu.




















