Gym-gympun masih jarang. Setelah cuci muka, aku mulai berganti pakaian. Bokep Montok ”Tapi khan ada bapak?” suaraku masih saja parau, karena birahi. Kami terlibat kembali dalam persetubuhan nikmat lagi. Gym-gympun masih jarang. Bedanya waktu di SMA dahulu, aku tidak terlalu tertarik dengan hal-hal seperti seks dan wanita, karena saat itu konsenterasiku lebih terfokus pada masalah akademisku.Bakat playboyku mulai muncul setelah aku menjadi seorang kepala rumah tangga. Aku memang khawatir, aku takut istri dan anakku bangun. Dia adalah rekan kerjaku, sesama pegawai tapi dari jurusan berbeda, Accounting. Mulut dan lidahku dengan ganas mempermainkan miliknya. Namun akhirnya aku mengalah.”Panji kamu hebat banget deh, kamu sanggup membuat ibu keluar sampai empat kali” puji ibu mertuaku. Apalagi aku sudah diangkat menjadi kabag pemasaran sekarang, di mana keuntungan mulai berpihak pada perusahaan tempatku bekerja. Permainan birahi itu berlangsung seru.




















