Walaupun jijik karena aromanya yang cukup tajam, Sherin bisa juga menelan habis cairan itu tanpa menetes keluar dari mulutnya. Wajah Sherin langsung merah padam mendengarnya, memang tak dapat dipungkiri walaupun tindakan pria ini bisa digolongkan sebagai pemerkosaan dan merendahkan harga dirinya namun dia sendiri juga menikmatinya. Bokep Barat Namun dia agak lega karena menurutnya Pak Udin bukanlah pria berbahaya seperti mantan sopirnya itu, dia adalah pria berusia lanjut, 67 tahun dan orangnya cukup sopan, kalau berpapasan selalu menyapanya walaupun seringkali Sherin cuek karena sedang buru-buru atau tidak terlalu memperhatikan. Pak Udin hanya tersenyum kecil sambil menaikkan kembali celananya. Sherin meronta karena merasa tersiksa, namun tangan Jabir terlalu kokoh menahan kepalanya. Demikian pula Pak Udin dan Si Jabir yang mendekapnya juga mulai menggerayangi tubuh bagian atas payudaranya dari luar sehingga membuatnya menggeliat-geliat. Pak Irfan akhirnya turun dari ranjang dan masuk ke toilet di kamar itu.“Cabut yuk, udah sore lagi nih !” katanya pada Jabir yang lalu menggerakkan tubuhnya untuk bangkit.










