Berdesir darahku, tapi kucoba tepis pikiran kotor yang melintas sesaat. Akal sehatku bermaksud menyingkirkan tangan nakal itu, tapi bisikan setan lebih kuat, maka kubiarkan tongkat wasiatku membesar dan memanjang. Bokep Crot Sekarang, tangan Bu Etik bergerak mengurut kemaluanku yang masih tertutup sarung. Kuamati matanya, masih tertutup. Aku dan Mbak Etty kebagian mempersiapkan pentas seni. Entah sengaja atau tidak, tangannya tepat di atas kemaluanku.Hangatnya tangan Bu Etik terasa sekali. Menahan rangsangan itu sampai gigiku gemeletuk seperti kedinginan.Kesadaranku makin lama makin hilang, otak sudah dikuasai rangsangan birahi yang menggelegak. Dia adalah Kepala Sekolah yang berwibawa. Tapi tengah malam sekitar jam dua aku terbangun oleh suara berisik. Aku tidak bangun, hanya membuka mata, dan meilhat pemandangan langka. Kuraba sudut gelap di pangkal pahanya……astaga…….tak memakai CD dan sudah banjir…..?? Kini nafas Bu Etik mengalir teratur. Buah dada yang montok , kenceng dan putih. Ternyata jika nafsu sudah bicara, cewek se-ayu Marsitah bisa “makan” dengan lahap “bodin” Banyumasnya Ponijan yang hitam legam itu. Aku meluruskan kaki dan membenahi letak sarungku, bermaksud tidur lagi.




















