Tertidur pulas selama beberapa jam akhirnya aku terbangun oleh suara ketukan pintu. “Dia yg kedua, tapi aku juga cuma istri keduanya, istri pertamanya ada di Jakarta dan mungkin tak tahu mengenai aku. Bokep India “Pingin tahu rasanya?”, tanyanya dengan senyum menggoda dan menuju ke arahku. Beberapa saat kemudian tubuh Indah bergetar seiring dengan klimkaksnya. “Tampangnya sih oke tapi pria seperti itu hanya mau menangnya sendiri seperti bekas suamiku yg pertama”, sambungnya. Mengantisipasi cubitannya yg menyakitkan, kedua tangannya kutangkap dengan cepat. “Tumben Zainal tidurmu sebentar, bangunmu pagi sekali ya, aku sempat melihatmu sibuk tapi karena masih ngantuk jadi aku pilih tidur lagi aja daripada membantumu”, komentarnya. “Ya ampun Zainal, kamu baru bangun!”, teriak Indah. Kemudian aku mengambil semua berkas dan catatan tentang pekerjaanku dari dalam tas dan meletakkannya diatas meja.




















