Marcelpun segera menyusul aku kekamar mandi. Bokeb Iyalah langgeng, karena kami berdua saling pegertian dan setia.Selain dari sifatnya yang pengertian dan setia padaku, Marcel juga orangnya ganteng dan mempunyai tubuh atletis. Esok harinya aku pulang dan aku kesehatanku pulih deh. Setelah 10 menit sejak orangtuaku pergi, tiba-tiba saja fikiran mesumpun melintas di fikiranku. Dia bisa saja deh membuat aku selalu jatuh cinta padanya. Selain itu aku orangnya juga supple dan friendly. Datanglah dia dengan membawa parcel buah untuku,“ Siang om, tante, ” ucapnya sembari bersalaman lalu mencium tangan ayah dan ibuku.“ Eh Marcel, ayo nak silahkan duduk, tuh ada yang kangen kayaknya sama kamu, ” ucap ibuku.“ Iya tuh Cel, dari kemarin dia kalu tidur ngigo dan panggil nam kamu terus, ” ucap ayahku menambahkan.Memang sih Marcel dengan kedua orangtuaku sudah akrab sekali, bahkan Marcell sudah dianggap sebagai anak mantu,hhe.




















