Sesampai di plaza Ramah mengajak Roni keliling-keling di dalam plaza. Bokep Cina Ramah mengangkat dengan nada kesal “abang dimana kok ngga datang ?. Roni menindihku sambil membuat ancang-ancang diatas tubuhku sambil mengarahkan basokanya sambil menciumi leherku dan telingaku. Sampai setengah jam Ramah tidak mau cakap, Ramah diam dengan posisi tengkurap di atas tempat tidur yang empuk tanpa menghiraukan aku. ” Jawab Ramah “bang kalau masih ada kerjaan yang lebih hina dari sini akan kukerjakan walaupun itu pahit. Tangan Ramah yang nakal hampir membuat aku jadi tidak terkontrol. sementara di dalam café pengunjung sepi ” inilah yang terlintas dalam benak penulis. Roni tidak mendengar keluhanku bahkan ia merayuku dengan kata-kata dan gombalan sambil mengatakan “aku mau bertanggung jawab untuk mengawinimu, aku sumpah demi tuhan” kebetulan Roni beragama Islam aku kristen. Akhirnya aku beranikan diri balik lagi kehotel tersebut.




















