Setelah meletakkan seluruh barang belanjaan Mbak Ida kemudian aku pamit pergi.“Terima kasih lho Dik Dony, telah bantuin Mbak. Bokep Aku sudah 25 tahun nih” kataku.“Kamu besok-besok masih mau kan main ama aku” kata Mbak Ida memulai biar lebih akrab.“Tentu saja sayang. Suami Mbak nggak pernah memperlakukan Mbak seperti ini. Och ya, nama saya Dony..” kataku sambil mengulurkan tanyaku.“Saya Ida,” kata wanita itu sambil mengulurkan tangannya.“Apakah yang bisa saya Bantu Mbak” tanyaku.“Itu, barang-barang Mbak kan banyak jadi bingung bawanya ke mobil Mbak, jadi kalau bisa minta tolong ama Dik Dony buat bantuin Mbak angkat barang-barang Mbak ke mobil. Tangan Mbak Ida merengut bajuku hingga lepas dan kemudian membuka celana panjangku sehingga aku hanya memakai celana dalam saja. Kuantar kamu pulang” kata Mbak Ida sambil pergi mengambil kuci mobilnya.Begitulah sampai sekarang aku hampir tiap malam kerumah Mbak Ida buat memuaskan nafsu Mbak Ida yang lama nggak tersalurkan.




















