Aku pun segan memulai cerita. Pasti terburu-buru. Bokep Dia hanya mengelus tanpa tenaga. Tapi mengelap dengan handuk hangat sisa-sisa cream pijit yang masih menempel di badanku. Aku tidak berpakaian kini. Ah.., wanita yang lehernya berkeringat itu begitu besar mengubah keberandianku,
“ Buka bajunya, celananya juga, ” ujar wanita tadi manja menggoda,
“ Nih pake celana ini..! Jam berapa harus sampai di Ciledug, jam berapa harus naik angkot yang penuh gelora itu. Ke bawah lagi: Turun. Ayo cepat dia hampir selesai membersihkan belakang selangkangan. Jangan di sini..! Aku membayangkan dapat menjepitnya di sini. Semua orang bebas masuk asal punya uang. ” ujar suara wanita muda yang kemarin menuntunku menuju ruang pijat. ”
Dia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yang disobek sekenanya. ” ujarnya. Atau jangan-jangan dia tidak masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Ke bawah lagi: Turun. Ah bodoh. “ Mbak Fera.., ” gumamku dalam hati. “ Halo..! Kesempatan tidak akan datang dua kali.




















