Sehingga makin akrab saja hubungan antara kami, walaupun aku tetap menunjukan bahwa aku yang lebih berkuasa dibanding mereka, dan mereka mengakuinya.“Begini Mas Slamet dan Mas Muji, malam ini Sita akan bermalam disini” kataku memecahkan keheningan di antara mereka.“Dan selama di sini, Sita tadi telah meminta padaku agar dia diperbolehkan untuk tidak mengenakan penutup tubuh sedikitpun, Iya kan Sita..?!!”, Tanyaku pada Sita, sambil tersenyum dan menggoyangkan kameraku sebagai isyarat padanya.Sita yang mengerti isyarat goyangan kameraku, hanya bisa mengangguk.“Jadi kaSitan harus menuruti keinginannya dan kaSitan tidak boleh menjamah tubuhnya, kecuali kuijinkan!” kataku untuk menunjukan siapa yang berkuasa di situ.“Jadi kaSitan juga harus merelakan Sita tidak berpakaian selama tinggal disini. Indo bokep Masa sih dari tadi kau gak Sitat toket gue yang terayun ayun gini” katanya sambil memegang toketnya denga dua tangannya.Tampaknya dia sudah mulai rilex denganku karena sudah memakai bahasa lu-gue.“Iya serius, aku belum bisa Sitat jelas tuh!”Kemudian ia menarik baju seragamnya ke belakang, sehingga toketnya yang tadinya tersamar di balik seragamnya.




















