Hahaha”. Bokep Gak mau liat-liat yang lain lagi?”. Belum lagi kerutan-kerutan di wajahnya menambah kesan ‘tua’ tersebut. Gadis itu lalu membalikkan tubuhnya dan melihat Rido sudah hampir selesai memakai kembali pakaiannya. Tak lama pelayan itu selesai mencatat pesanan mereka berdua. “Cinta udah makan Om, makasi”. Direktur di sebuah perusahaan ekspor impor milik orang tuanya. Cinta takut profesinya sebagai lady escort didengar orang tuanya. Cinta tidak berada dalam lingkungan yang memungkinkan untuk menjerumuskannya kepada profesi tersebut. Diantara gadis-gadis lain yang kebetulan ada disana, Cinta memang terlihat lebih mencolok. “Aduh kejauhan Om, rame lagi, gimana kalo cafe *** aja?”. Ditekannya tombol jawab. healty life?”, Om Ridwan tersenyum. Diapitkan kembali kedua pahanya, lalu gadis cantik itu berdiri. Beberapa helai rambutnya sudah nampak memutih menampakkan kematangan usia – kalau tidak boleh disebut tua. Cinta tersenyum dan berjalan mendekati Om Rudi yang masih duduk telanjang di atas ranjang.




















