Kami hanya bertatapan.Ketika makan pagi sebelum berangkat kantor juga begitu.“Kok semalam sampai larut sih..?” tanyaku.“Kok tak juga diantar seperti biasanya..?” tanyaku lagi sebelum dia menjawab.“Iya Mas, aku lembur di kantor, temenku sampai pintu gerbang saja semalam.” jawabnya sambil tetap menunduk dan makan pagi.“Semalam nggak terkejut ya melihatku..?” aku mencoba menyelidiki.Wajahnya memerah dan tersenyum. Bokep India Tanganku yang nakal segera saja melepas kancing BH-nya, kubuang melewati jendela kamarku, entah jatuh di mana, mungkin di meja atau di mana, aku tidak tahu.Uhhh.., aku segera memandangi buah dada yang indah dan montok ini. Aku akan menunggu di halaman dekat kamarku, kebetulan semua teman-teman kostku pulang kampung. Putri cukup cantik dan kelihatan sudah matang dengan usianya yang relatif sangat muda, tingginya kira-kira 160 cm. Aku tidur seperti biasanya. Aku mulai menata halaman samping, tapi tidak begitu ketahuan. Ahh.. Ahh, kapan aku bisa mendapatkannya, pikirku. Aku tetap berdiri. Yang kurasakan adalah seolah aku menikmati tubuhnya, bersenggama dengannya, sementara aku tidak tahu apa yang dipikirkannya tentangku di kamarnya.




















