Pasien berikutnya adalah Nyonya Restuwati dan diantar oleh puterinya Lisa. Bokep JAV Tahan sedikit ya. Dan sambil bangkit mendekap Nyonya Restuwati, Mbah Sukmo mengeluh keras, “Aaaaaaaaagghhh…ghh…Restuwati…” “aaaaagggh….mmmmph…mmmp…aaaaah.”Nyonya Restuwati pun menyambut pelukan Sang Dukun.Tubuhnya bergetar untuk kedua kalinya. Belum sempat dua pasiennya menyembunyikan kekagetan dengan kemampuan Sang Dukun menebak nama-nama mereka. Mbah Sukmo menyuruh Nyonya Restuwati masuk mendekati gentong. Bibir dan lidahnya menyerbu bibir vagina Sang Nyonya. “Tenang cah ayu. Nyonya Restuwati mengerang dengan hebatnya. Tubuhnya menggeliat-geliat setiap sapuan lidah Sukmo memutar-mutar klitorisnya. Ia kemudian meneguk air teh dalam gelas seng yang besar di mejanya. Mbah Sukmo menuntun Nyonya Restuwati ke dipan kayu yang ada di ruangan itu dengan semua letupan birahi yang semakin tidak tertahankan. Semua kalimatnya sengaja dirancang untuk mendapatkan keuntungan dari dua wanita cantik ini. Kita tuntaskan ritual agung ini.Siaap?” “I…i…ya..Iya Mbah…” Lisa menjawab, gadis ini agak tergagap karena pandangannya yang terfokus pada penis Mbah Dukun yang kembali perkasa.










