Karena kesal akibat Asep tidak dipenuhi permintaannya, akhirnya Asep menarik kepala Ika ke depan alat kelaminnya yang sudah menegang tersebut.Asep berkata dengan nada mengancam kepada Ika, “Ayo Ka..! Hanya berlangsung sebentar, Iwan pun menjerit kesakitan dan alat kelaminnya pun dikeluarkan dari lubang pembuangan dengan mengatakan, “Aaahh.., uuhh.., uuhh.., enaak Ka, makasih. Link Bokep Kamu mau goa Saya, nanti dong antri.., masih banyak burung yang mau masuk ke goaku, tahu..!”Dan akhirnya aku tertawa dengan rasa senang. Tidak lama kemudian terlihat Ika menuju tempat teman–teman cowok tersebut dan mereka bersama-sama masuk ke kamar WC secara bersamaan. Terdengar suara keributan seperti perebutan makanan di ruangan tersebut. Kamu mau goa Saya, nanti dong antri.., masih banyak burung yang mau masuk ke goaku, tahu..!”Dan akhirnya aku tertawa dengan rasa senang. Biar rame..!” katanya.Langsung disambut ucapan Asep tersebut oleh Ika, “Ayo cepetan..! boleh Tun.. eehh.. Bie.., bukan peluru nyasar, tapi burung gagak yang nyasar menyerang sarang tawon dan goa Hiro, tahu..!”Mendengar nadanya yang tersinggung, aku langsung meminta maaf kepada Ika.”Ka.., maaf.




















