Tiba-tiba tangannya dengan tidak sengaja menyenggol batang kemaluanku yang langsung saja bertambah berdiri mengeras. Bokep Bertambah cepat bertambah nikmatnya gesekan-gesekan yang terjadi. Namun sebentar kemudian tampaknya ia menjadi maklum atas apa yang terjadi dan malah menghampiri tempat tidurku. Suster Vika paham apa niat Suster Mimi. Akhirnya karena aku tidak mau menanggung resiko, sore itu juga aku terpaksa harus rawat inap alias diopname di rumah sakit tersebut. Dengan ganasnya, mulut Suster Vika menyedoti kemaluanku, seakan-akan ingin menelan habis seluruh isi kemaluanku tersebut. Saya mau mandi di kamar mandi.Lho, kan Mas sementara belum boleh bangun dulu dari tempat tidur sama dokter.Jadi?Jadi Mas saya yang mandiin.Dimandiin? Rupanya aku mulai terangsang karena sapuan tangan Suster Vika yang masih menyabuni perutku. Perasaanku bosan sekali. Ternyata yang masuk adalah teman sekamarku dengan keadaan bugil. Ketika aku periksa darah di laboratorium klinik di rumah sakit tersebut, ternyata hasilnya trombosit-ku turun jauh menjadi hampir separuh trombosit yang normal.




















