Pen…. Matanya masih
terpejam. Bokep Crot , lumayan juga kemaluanmu”.Malu sekali aqu mendengar komentar Ibu Loni tentang ukuran kemaluanku, yg ukurannya hanya
standar Indonesia. Anwar sudah
selesai kamu kerjakan atau belum?”.“Oh.. Ibu Lonipun bergabung antri di depan ATM. “Nah, sekarang ceritakan semuanya”.Dgn perasaan malu, aqupun menceritakan semua kejadian yg aqu alami bersama Ibu Mertuaqu, mau
tak mau burungkupun bangun dan tegak berdiri, kerana aqu menceritakan secara detail apa yg aqu
alami. Aqu
hanya diam dan menundukan kepalaqu, aqu pasrah.“Ya sudah, tenang saja rahasia kamu aman ditangan Ibu”
“Terima kasih Bu”, jawabku lirih sambil menundukkan mukaqu
“Nanti sore sesudah jam kerja kamu temenin Ibu ke rumah, ada yg hendak Ibu bicarakan dgn kamu, OK”.“Tentang apa Bu?” tanyaqu.“Ibu mau mendengar semua cerita tentang hubunganmu dgn Ibu mertuamu dan jangan menolak”
pintanya tegas.Aqupun keluar dari ruangan Ibu Loni dgn perasaan tak karuan, aqu marah atas perbuatan Ibu
Loni yg dgn lancang mendengarkan pembicaraanku dgn Ibu mertuaqu dan rasa malu kerana
hubungan gelapku dgn Ibu mertuaqu diketahui oleh orang lain.“Kenapa Pen?




















