Kami memang membawa buku kecil yang berisi terjemahan bahasa Indonesia – Mandarin. Tapi karena udah kebelet banget, akhirnya dengan bahasa isyarat aku menggenggam kedua tanganku dengan jari telunjuk mengacung lalu kuletakkan di depan kemaluan.Si mbak ternyata ngerti, dia tersenyum lalu menunjuk ke satu arah. Bokep Cina Bode menganjurkan aku memberi 50 dolar AS, dia juga memberi jumlah yang sama ke ceweknya. Tiba-tiba di memanggil namaku dan dia mengatakan ada 2 cewek, yang istilah kami “ngelawan”. Semua istilah sudah kusebutkan mulai dari WC, toilet, kakus, sampai pakai bahasa daerah segela karena jengkel, tidak ada orang yang mengerti. Bode mendekati keduanya dan cewek-cewek itu seperti menunggu kedatangan Bode. Kami sempat foto-foto dulu di depan gambar Ketua Mao di pintu utama Kota terlarang.Beberapa kali kami melambai taksi, tapi tak satu pun mau berhenti. Memang di lantai basement ada disco Xanadu. Aku tidak berminat untuk mengikuti terus rombongan, karena perjalannnyanya bakal cukup jauh.Aku berdua dengan temanku yang biasa kupanggil Bode, karena bahasa daerahnya dia biasa dipanggil La Bode.




















