Jika tdk aku pasti bersuara seperti malam sebelumnya. Lalu kami melanjutkan tontonan kami hingga selesai.“Eng.. Bokeb Non juga ndak usah malu. Saya heran sekali kakang ndak pernah puas. Aksi lima belas menit mang Narko dan mbak Siti itu benar-benar menggoyahkan dengkulku sekaligus membuat celana dalamku menjadi sedemikian basahnya. Pekik-pekik kenikmatan mbak Siti begitu mendebarkan. Sudah pahamkan?”tanyanya setelah penjelasan tadi.Aku mengangguk kecil.“Berarti ndak kuatir lagi digituin sama mang Narko kan?”susulnya lagi.Aku ragu. Lep! Membuat diriku hilang kesadaran.. Kali ini lidahnya menyapu lebih perlahan. Namun belum lagi sempat aku bernapas lega ia sudah melakukannya lagi. Lalu kami melanjutkan tontonan kami hingga selesai.“Eng.. Bayangkan ini pertama kalinya dalam hidupku aku berbugil dihadapan seorang lelaki.“Wuiihh! Lah wong Nona kita itu emang ayu kok!”“Kamu itu ndak ngerti, Ti!. Aku masih memejamkan mataku mencoba menstabilkan nafasku sambil meresapi sisa-sisa kenikmatan hebat itu.“Gimana, enak kaaan?” tanya mbak Siti.Kudengar juga suara tawa mang Narko terkekeh-kekeh. Bilang saja kalau kakang cemburu sama mereka. Di tahan dulu!” cegah mbak Siti lalu ia beralih kepadaku.“si Non kapan dapet




















