Bulan ke empat, setiap murid mempunyai dasi masing-masing. Bokep Indo Terbaru Dia membersihkan dirinya dan mengucapakan selamat tingal kepada kepala sekolah, ayah dan sekolah.Dia mengikat rambutnya dengan kuncir dua dan berjalan menuju kota. Akan tetapi kala ada hujan yang deras, kelas tersebut tetap tidak bisa di gunakan.Xia mengatakan kepada murid muridnya bahwa walikota akan membangun sebuah sekolah yang bagus buat mereka. Pada bulan ke tujuh, sekolah telah mempunyai lapangan bermain yang baru.Pada bulan ke delapan, sekolah membangun lapangan basket, pada bulan ke sembilan, setiap murid mempunya pensil yang baru. Jumlah muridnya berkurang dan terus bekurang. Malam itu di dalam diary nya Xia menulis “Sang walikota tidak bisa dibandingakan dengan tamu pertama nya lebih parah dan lebih kejam akan tetapi paling tidak tamu nya telah membayar dan memberi uang”Setelah itu Xia bergegas balik ke rumah yang gelap dan tidak memberi tahu kepada seorang pun tentang kejadian tersebut.




















