Aku masih berpikir apa aku harus menampar muka Randi dan mengusirnya. Film Porno “Ya udah tidak masalah, ntar dia cuma minta maaf kok. Aku sedikit menggeser kekiri, dia mengikuti geser pula, akhirnya aku berdiri karena aku merasa terlecehkan.“Maaf ran, jangan begitu tidak enak sama pembantuku, apalagi aku dah bersuami”, aku berkata tegas.Tapi dia ikut berdiri dan kedua tangannya memegang pundakku dan ditekan kebawah agar aku kembali–kembali duduk disofa.“Maaf bu, tapi saya benar–benar kagum terhadap ibu, ibu cantik bahkan kecantikan ibu mengalahkan semua wanita yang masih berumur belasan tahun. “Randi bu, katanya ibu sudah tau”, jawab pembantuku yang polos. Ran, aduuh… enak.. Dan kuakui dia anak yang tampan. Setelah kulihat jam ternyata menunjukkan pukul 13.15, Randi pun berpamitan akan pulang sambil melumat bibirku. “Bi… Tolong buka pintu, ada tamu”, aku menyuruh pembantuku. Tetapi saat aku tidak menunjukkan reaksi, tangan Randi mulai mengelusi pahaku kemudian menaikkan elusannya ke peruntuku kemudian ke dadaku.




















