Matanya yang bulat besar memantulkan kilatan cahaya neon di luar bus.Dia memandang ke bawah tubuhku.“Kasihan ya,…” senyumnya menunjuk ke “adikku”. Matanya terpejam. Link Bokep AC mulai berhembus lagi. Eee, kurang ajar. aku membuka mataku. Gelliiii.Kemudian mulutnya kembali mengulum. Ya iyalah. Tangannya menarik tanganku dan mengarahkannya ke tempat yang aku inginkan. Aku pun bukan orang yang aneh-aneh. ke dalam dan ke luar. Menghayati momen-momen gila tadi. Aah, seorang wanita. Uh, begitu romantis. Tinggal jalan kaki ke Pondok Indah Mall. Ketika mengulum bolaku, kurasakan lidahnya menari-nari di dalam mulutnya.Aku yang ga telaten. aku paling tidak suka lampu tidur yang remang remang. dan sangat basah. Langgananku selama 2 tahun terakhir.“Mbak, Sumber Alam yang Bisnis belum datang ya?” tanyaku kepada seorang petugas loket. Aku merasakan dadaku berdentum-dentum. Tangan kiriku yang tadi dilipat mulai bergerak ke arah dadanya. Tangan kiriku yang tadi dilipat mulai bergerak ke arah dadanya. Jari tengahku kemudian mengelus lipatan basah itu. Ibu itu kini sedang sibuk memberikan makan kepada anaknya. Aku membayangkan bentuknya. Ini nikmat sekali.




















