kita ngobrol-ngobrol kamu mau pesen makanan apa Jul?”, kata Bu Anggi sambil menarik membawaku ke kursi.“Ngak usah gugup gitu dong” celetuk bu Anggi melihat tingkahku“Ngak sih bu, cuma aku sebetulnya ngak percaya aja di ajak makan bareng di sini. Aku semakin tergagap, ngak menyangka akan diajak seperti ini.“Oke Bu”, jawabku sambil keluar dari ruangannya.Setelah pas jam makan siang aku langsung menuju hotel tempat janjian makan siang tersebut. Bokep Tobrut Bahkan sering aku mencari-cari alasan ntuk menghadap keruangan pribadinya.Wajahnya yg cantik tanpa ada garis-garis ketuaan menjadikannya ngak kalah dengan anak gadis.Saking keseringan aku mengahadap keruangannya, aku mulai menangkap ada nada-nada persahabatan terlontar dari mulut dan gerak-geriknya itu.Tak jarang kalau aku baru masuk ruangannya Bu Anggi langsung dia memuji penampilanku. seolah-olah tidak ada hal yang terjadi. Mudah-mudahan bisa berpengaruh juga di gaji” hahaha pikirku santaiSampai suatu ketika, lagi-lagi ketika aku dipanggil mengahadap, kulihat raut muka Bu Anggi tegang dan kusut.Aku mencoba untuk peduli,“Ibu kok hari ini kelihatan kusut banget, emang ada masalah?”, sapaku sembari duduk kursi didepan mejanya.“Ia nih Jul,




















