Aku pergi dulu ya Pa.Setelah Gilang meninggalkan ruangan, hanya tersisa aku dan Pak Darmawan. Jadi, kamu gak usah buat skripsi. Bokep Montok Silakan duduk.Aku tersenyum dalam hati karena ternyata dosen pembimbingku masih ingat namaku. Keenakan juga kan lu lonte.Iya Tuan, Tania emang lonte mmhhh. Nak Tania mau?Mendengar kata-kata itu, kepalaku pusing. Jika tidak ingat tentang lulus kuliah, aku tidak sudi menjadi budak seks seperti ini.Nah, sekarang mau Bapak cek dulu puting sama memeknya.Pak Darmawan kemudian maju mendekatiku yang refleks beringsut mundur.Eit, jangan macem-macem ya. Mau jadi budak seks Bapak? Makasih duitnya. Tanya Pak Darmawan.Aku tidak menjawab.Ditanya tuh jawab, bego! Mending lo ngomong dulu sana sama dosbing lo kalo duit lo abis.Ah, benar juga, pikirku. tanya Pak Darmawan.Biasa, nge-date. Gilang tiba-tiba saja menampar pipiku.I-Iya. Gue sih ogah ngentotin memek mantan murahan kaya lo. aku cemberut pada ide Natalia. Katanya lo jadi mahasiswi bimbingan bokapnya Gilang, ya udah gue sekalian cerita aja seberapa murahannya lo ke dia.




















