Sedangkan Lidya malah menggenggam dan meremas-remas, membuatku mendesis dan merintih dgn berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Dia malah tersenyum. Bokep India “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Sesaat aku tersentak kaget, tak menygka kalo Lidya akan seberani itu. Entah kenapa, tiba-tiba saja dadaku berdebar menggemuruh Dan ada suatu perasaan aneh yg tiba-tiba saja menyelinap di dalam hatiku.Sesuatu yg sama sekali aku tak tahu apa namanya, Bahkan seumur hidup, belum pernah merasakannya. Sembari memandangiku yg masih terbaring dalam keaadaan polos, Lidya mengenakan lagi pakaiannya. Acara ulang tahunnya biasa-biasa saja. Dia tersenyum-senyum. Aku menatapnya dgn tajam. Dan juga anak terakhir. Aku anak laki laki satu-satuya. Namun aku tak tahu dan sama sekali tak merasakan apa-apa karena polos meskipun Lidya menekan dadanya cukup kuat ke dadaku. Lidya mulai menciumi wajah dan leherku. Kedua bola mataku sampai membeliak lebar.




















