Akhirnya mereka jadi saling pagut berpelukan bergulingan. Bokep Barat nggak mau.” protesku lagi sambil terus memberontak. “Pesta apa?” tanyaku. tak terasa syahwatku jadi naik. Tak sempat menolak lagi karena tubuhku jadi lemah. “Malam minggu besok kita mau pesta, Nul!” ujar Sari memberitahu. Gila! Mungkinkah mereka jadi lebih bersemangat karena kehadiranku? “Kamu siapa?” aku mulai curiga. Aku juga kadang diberi uang oleh anak-anak kost untuk memasak makan siang atau malam buat mereka. Bungkus makanan atau abu rokok bertebaran di lantai, pakaian bahkan CD juga dilempar begitu saja. Ruang pun diredupkan lampunya. Dan jadilah esok harinya, ketika pulang kerja lebih awal karena hari Sabtu, kulihat masing-masing wanitanya membawa belanjaan cukup banyak. Mereka membayarku, ada yang 20 ribu ada juga yang 50 ribu semalam. “Maafkan aku, Nul, mereka ternyata tahu apa yang kita perbuat tadi,” kata Bimo sewaktu mendapat gilirannya. Aku membayangkan diriku sedang melayani Pak Anand dan kedua putranya. ada, saya taruh di atas lemari, mas,” jawabku sambil nunduk di pintu kamarnya karena ingat majalah yang dimaksud adalah majalah porno.




















