Kulempar beserta jacket dan kaosku ke belakang ke dalam mobilku yang pintunya memang masih terbuka. “Yaan.. Bokep Family Terdengar bunyi-bunyian kecil dari kissingku dengan Lala. “Maapin Iyan yaa.. ll.. Yaann!”
Matanya merem, kadang melotot, kadang menyipit dan Lala pun menggelinjang tidak karuan seperti baru pertama kali merasakan rasa geli yang amat sangat nikmat (memang baru pertama kali) menjalari seluruh saraf-saraf sensitive di tubuhnya itu. Dia pun terlentang tiduran di kap mesin Escudo samping mobilku itu. Lidahku pun tidak kalah lincahnya dengan tangan kiriku, dengan cueknya kujilati puting kanannya yang sudah basah itu. Kembali kulumat bibirnya, tanganku pun dengan lincah mulai mencari tali branya di belakang dan sekali tarik langsung mencuat bebas deh payudara yang dari tadi tersiksa sekali terbungkus bra sempitnya itu. Iih kamu deh Yan dari kemaren becanda mulu tapi Lala seneng kok ama joke kamu yang level 7 itu (busyet main game kali). Soalnya Iyan juga sayaaang banget sama Lala,” aku coba tenangi dia.Bersambung ke bagian 02




















