Bram naik ke atas dulu, ya Bun, pengen istirahat di kamar.” ujarku pada Bunda sembari melangkahkan kaki menyusuri anak tangga.Aku segera masuk ke dalam kamarku, menaruh tas dan langsung merebahkan tubuhku di atas kasur yang empuk.“Ahhh… Nikmatnya.” Kupejamkan kedua mataku. Cuuuk…!!! Film Porno Entar muka gantengnya ilang loh.”“Nita…” belum juga kami melangkah tiba-tiba ada seseorang memanggil dari arah belakang. Prolog juga berfungsi untuk menarik perhatian pembaca dan membuat mereka semakin penasaran dengan isi cerita yang kita tulis. Weeek…!!” jawab Nita sambil memeletkan lidahnya.“Hmmmm….!” Aku berdehem sejenak lalu berkata. Seperti biasa aku menyalakan rokokku. Bagiku memasak merupakan terapi dan seni, suatu bentuk untuk mengekspresikan diri melalui kemampuan mencampur bumbu dan bahan makanan untuk menciptakan masakan yang sangat lezat dan unik.Harum dari hasil tumisan olive oil, bawang merah, daun bawang, bawang putih, dan cabai pun menguar dan membelai indra penciumanku. A…A…Akkk…” aku mulai menyodorkan sendok yang sudah berisi nasi goreng lalu memintanya membuka mulut seperti layaknya seorang Ibu yang mau menyuapi anaknya makan.“Nyam… Nyam… Nyam…”“Dasar manja, sudah gede juga masih


















