Baru aku tahu, ternyata sebandel-bandelnya Mbak Putri, ternyata guru sekolahku itu masih sanggup memelihara kehormatannya. Mungkin ada ada kabel yang konslet. Bokeb Dan lenguhan serta jeritan Mbak Putri semakin membuat tusukan-tusukan penisku ke dalam vaginanya bertambah menggila lagi. Bibirnya masih tetap melahap bibirku.Mengetahui Mbak Putri tidak menghalangiku, aku semakin berani. Bibirnya masih tetap melahap bibirku.Mengetahui Mbak Putri tidak menghalangiku, aku semakin berani. Saat itu juga, aku langsung sadar, bahwa yang menghambat penetrasi jari tengahku ke dalam vagina Mbak Putri adalah selaput daranya yang masih utuh.Ternyata guru sekolahku satu-satunya itu masih perawan. Mbak Putri sendiri juga tampaknya memiliki pikiran yang saja. Remasan-remasan tanganku pada payudaranya semakin menjadi-jadi. Tetapi aku tidak menghiraukannya. Sebab jika sampai kebablasan, bukan tidak mungkin dapat mengoyak selaput daranya. Bud.. Aku pun melupakan semua komitmenku tadi.Dalam suatu kali saat penisku tengah menyodok vagina Mbak Putri, aku tidak menghentikan hujamanku itu sebatas selaput daranya seperti biasa, namun malah meneruskannya dengan cukup keras dan cepat, sehingga batang penisku amblas seluruhnya dalam vagina Mbak Putri.Vaginanya yang amat sempit




















