Wulan dengan tertatih-tatih mengambil celana dalam, jeans, lalu mengenakannya. Bokeb Saat itu kelompok kami (4 lelaki dan 2 perempuan) melakukan pendakian gunung. Setelah Doni puas, ternyata Robby bangkit kembali nafsunya. Aku tanyakan apakah Wulan mau mandi dulu, dan dia hanya menggeleng. Aku memeluk dan membelai rambutnya. Aku tidak berani melarang Robby dan Doni, karena selain aku sudah merasa terlibat, aku juga sangat terangsang saat melihat kemaluan Wulan yang lebat ditumbuhi rambut-rambut hitam keriting.Wulan semakin meronta dan mencoba berteriak, tapi cengkeraman tanganku dan bungkaman Doni membuat usahanya sia-sia belaka. Mendengar itu Robby malah semakin kesetanan. Karena lelah, kurebahkan tubuhku telentang sambil memandangi langit yang semakin menggelap.Beberapa menit kemudian Doni ejakulasi di dalam vagina. Aku sempat kaget karena belum tentu anak yang dikandungnya itu adalah anakku. Aku hanya melihat, matanya polos menerawang jauh langit di atas sana yang menguning pertanda malam akan segera tiba.




















