Tersenyum Tomo mengecup kepalaku sambil mengelusnya.“Maria, kamu adalah milikku seorang.. Aku takut dibenci. Bokep SMA Aku takut dibenci. Aku lumayan capek, tapi aku senang. Itu namaku. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu.Aku tidak pernah bertanya. Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami.“Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus berkumpul di aula. Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia 11 tahun. Tapi, tidak saat ini. Maria” Tomo melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin.“Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Teriakan kepuasan dari wanita itu pun membahana di seluruh ruangan. Tomo melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak membenciku.” Aku masih terisak.“Anak bodoh.. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Aku tidak bisa.Tomo pun membuka resleting celananya dan mengeluarkan ‘senjata’nya, kedua kaki




















