“Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Bokep hd “Kamu tidak perlu melakukan itu.”
“Aku tidak ingin kamu sakit.”
“Aku sudah pakai jas hujan.”
“Itu tidak cukup.”
Lalu, sebuah mobil di seberang jalan membukakan pintu. Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri. Seharian ini, aku memang dirundung hujan, dan aku tidak berlari. “Terima kasih banyak, Pak. Aku langsung ingin mengutuk diri. Aku kini mulai bingung. Seperti biasa, aku berdiri di tempat ini, di dekat tiang nama jalan yang bertuliskan Jalan Merdeka Raya. Seharian ini, aku memang dirundung hujan, dan aku tidak berlari. Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena suatu keperluan yang mendesak, atau itu memang pekerjaannya demi membantu biaya sekolah. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Dia menjual, bukan mengemis. Dia terlihat girang sekali memperoleh uang seribuan. Dia menjual, bukan mengemis. Ada sedikit rasa kagum melihat anak itu. Aku kini mulai bingung.




















