Kamu belum ya?” jawabnyaSambil kepalanya menggeleng-geleng pelan seolah baru merasakan sangat enak. Bokeb Saya sangat mencintainya karena dengan sikap yang manja dan genit membuat ku senang bersama si Nunung. Salama masa perkenalan itu , kami sering pulang bareng. Mendapat persetujuan, saya pun berdiri di bawah ranjangnya dan di antara kedua kakinya. Saya pun mengikutinya ke kamarnya dan inilah pertama kalinya saya masuk ke kamarnya.Kamarnya betul-betul menunjukkan kalau Nunung masih manja, dengan cat cerah dan dengan boneka di atas ranjangnya. Hanya kontolku yang masih bisa bergerak keluar masuk memeknya.“Rikoo sayaang…..OOuuhhhhh…Ooouhhhh….Sayaaang ,”Tiba-tiba tubuhnya menegang kemudian lemas sebentar.“Kamu keluar ya?” Tanya saya.Sambil menghentikan kocokan kontolku namun masih terbenam di memeknya. Ketika Nunung mengeluarkan bajunya yang memang tipis dan berbelahan dada besar.“Jangan protes doang, nih beresin sekalian,” jawabnya seolah protes dengan memasang wajah ngambek, tapi lagi-lagi tetap terlihat manja.Saya pun mengambil alih lemarinya dan kupilih-pilih baju yang kupikir cocok untuk dibawanya.Tiba-tiba muncul pikiran nakalku untuk memilihkan juga pakaian dalamnya.




















