“Kok memek kamu ngejepit jariku ya. Bokep Montok Polwan yang baru diperawani itu kini berdiri agak membungkuk dengan kaki setengah mengangkang, dan terlihat sebatang pentungan karet tertancap tak senonoh di balik rok mininya, dengan sedikit darah mengalir di permukaannya. Sekali lagi erangan lembut keluar dari mulut Kiani. Lebih parah lagi, ketika dia menoleh dan melihat bayangan wajahnya sendiri di cermin yang menutup seluruh dinding ruangan, dia bisa melihat betapa mesum wajahnya ketika si Jaket Hitam sedang mencolok-colok alat kelaminnya. Buka!” Penonton berseru-seru.Kiani tersenyum polos dan menunjukkan wajah pura-pura kaget dengan membelalak sambil menutup mulut dengan tangan. Posisi para polisi kurang bagus karena penyerang mereka ada di atas. Akhirnya setelah cukup lama AKP Mauli mengizinkannya melakukan penggerebekan. Nanti dia kusuruh datang ke sana.”Sayang sekali, Kiani Irawati tidak menyadari bahwa dia telah dijerumuskan oleh atasannya sendiri. Kiani terus menggoda penonton dengan mencengkeram dan memain-mainkan kedua buah dadanya.




















