“Ehm.. Bokep SMA Mereka sudah sering begituan disini” ujar Bramanto menimpali. Ibu masih lama disini?” suaranya datar dan sopan.Aku hendak menjawab tapi dia kembali melanjutkan kalimatnya,
“Aku sekalian mau pamit pulang.. “Eh tapi benar khan cerita-ku.. Ya nggak juga sih.. Bramanto memperbaiki posisi duduknya. Dia kira-kira berusia 25 tahun dan sudah berkeluarga. Sempat dia berusaha menarik celana dalamku agar turut terlepas turun namun dengan lembut aku memberi isyarat agar dia tidak melakukan itu. “Eh masalah tadii itu bu.. “Kamu sudah berkeluarga?” tanyaku lagi tidak mempedulikan perkataannya. Selama ini aku terbiasa berinteraksi dengan pria berpendidikan dan memiliki intelektual yang cukup tinggi sehingga dengan mudahnya aku mendominasi percakapan dengan Bramanto.Status sosial serta posisiku yang jauh lebih tinggi darinya membuat dia sangat menghormatiku hingga dengan mudah terintimidasi olehku. Pikiranku kembali terbayang pada kejadian paling menghebohkan yang kualami hari ini. Apakah aku betul-betul menikmati apa yang kulihat dari adegan-adegan penuh nafsu yang dipertontonkan Diana dan Nina di toilet tadi? Tapi aku telah menentukan pilihanku. Ibu juga khan ngerti, namanya juga lelaki normal..




















