akhirnya masuk juga.. XNXX Jepang Maka tidak usah ditunggu lagi, aku segera mengikuti kemanapun ia bergerak menerangkan presisi dan kemampuan mobil itu, sambil bersyukur jadi orang pendek.Hehehee.. “Makasih, A Bee Sayang..”Lalu, Cie Lena mengarahkan mobil contoh itu ke sebuah tempat di Kota (aku ngga tau namanya, waktu itu kami kan tinggalnya di Pondok Indah sedang sejauh-jauhnya aku main kan cuma di Blok M). “Cie Len.. Dan saat terpegang olehku celana dalamnya, spontan aku masukkan jari-jariku ke dalamnya, membuatnya menjerit kecil.. sama siapa?”
Aku menggeleng pelan, “Nonton doang. aku udah kepengen banget niih.. Aku biasa dipanggil Andru, tapi di rumah aku dipanggil A Bee atau Abi.Tahun itu, aku baru naik kelas 2 SMP. meski jadi sedikit sesak napas, tapi aku sangat senang.. Lalu.. Cie Sian cuman tersenyum aja aku bilang gitu..Cuma gara-gara naik bis itu, Tante Vi, sekretaris Mama khusus buat di rumah dan gara-gara kekhususannya itu kami suka ejek dia butler alias “kepala pelayan” hehehe- jadi sedikit sewot.














