Begitu meluncur di jalanan tangan kanan Ridwan merangkul pundakku sambil bertanya padaku,aEsKemana kita Surti?aEt. Ada macam alat masak yang bisa kukus. Bokeb Uiihh.. Dia memerlukan hiburan macam di Warung Cendol atau Bakso Super tadi. aEsKalau mau Arab, kamu pergi saja ke Pasar Tanah Abang. Aku minta diantar ke Proyek Senen saja. Sudah beberapa bulan suamiku tidak menyentuh aku secara seksual. Ayo jilat Bu..aEt, Yordanian itu menawarkan dengan mengasong-asongkan bonggol kepalanya itu ke arahku. Dia nyalakan mesin dan AC-nya. kalau berhadapan dengan lelaki seumurnya. Aku nggak kuatir akan ada orang yang melihat aku santai di pondok ini. Aku mengingatkan,aEsNanti teman suamiku ada yang lihat, bisa berabe akuaEt, aku melepaskan gandengan tangannya.Kami menuju mobil Tanu di lapangan parkir. Nampak perahu-perahu nelayan diantara bagan penangkap ikan. Dari sosoknya yang tinggi jangkung dengan wajah Semit berkumis dan jambang dia tersenyum padaku sambil menawarkan barang dagangannya. Aku berdiri disana dan memandang jauh. Dia nyalakan mesin dan AC-nya.










