Ia sangat marah tampaknya. Bokeb Kulihat dua pasang kaki memasuki kamar. Oh..” Jelas, itu suara milik Mila. Kugigit pelan lehernya. Mila..! Aku memang sangat menginginkan hal itu terjadi. Tetapi apa hendak dikata, Darta sudah lemas. Jangan berisik. Gak ada salahnya kan, kalau kita saling berbagi kesenangan..” begitulah ucap Darta dengan serius. Ia diam saja. Tampaknya mereka sudah mulai bercumbu dengam hebatnya. Bahkan aku pun memuji Darta, bisa mendapatkan gadis secantik Mila. Dan akhirnya.“Agh.. Terutama tubuh Mila, yang putih mulus. Kupeluk erat pula tubuh Mila. Baru melihat wajah dan jemari tangannya pun, aku memang suka langsung berpantasi; membayangkan Mila jika berada di hadapanku tanpa busana. Ia diam saja. Memang aku mengerti keadaannya. He.. Dia tak terlalu mempedulikan kehadiranku. Tetapi apa hendak dikata, Darta sudah lemas. Mila terpekik kembali. Akh.. Darta sendiri, sampai saat ini belum punya pekerjaan. “Ma, gua mau bisikin sesuatu..’ tiba-tiba Darta mendekatkan mulutnya ke arah telingaku. “Baik, Bang,” Mila menerima uang itu, lalu ke luar.




















