Ia tersenyum ramah. Film Porno Dingin. Namun, tiba-tiba keberanianku hilang. Masih menutupi diri dengan tabloid. Bibirnya sedang tdk terlalu sensual. Ia tdk membalas tapi lebih ramah. Mungkin sapu tangan ini saja suatu kealpaan. Tangannya halus. Tapi kakiku saja yg seperti memagari tubuhnya. Aq terpejam menahan air mani yg sudah di ujung. Aq dipermainkan seperti anak bayi.Selesai dipijat ia tdk meninggalkan aq. Ke mana ia? Aq berhasil.“Ini..,” kutunjuk pangkal pahaku.“Besok saja Sayang..!” ujarnya.Ia hanya mengelus tanpa tenaga. Lalu memeknya, basah sekali. Ia tersenyum melihatku.“Maaf Mas, sapu tangan saya ketinggalan,” katanya.Ia mencari-cari. Lalu pijitan turun ke bawah. Ke bawah lagi: Tdk. Si Penis tiba-tiba juga ikut-ikutan ciut. Yes. Ayo. Aq lupa kelamaan menghitung kancing. Wajahku merah padam. Toh masih ada hari esok.Aq bergegas naik angkot yg melintas. Itu artinya ia tdk mau diganggu. Masih ada esok. Membuka celanaku dan bajuku lalu gantung di kapstok. Nafasnya tercium hidungku. Bahannya tipis, tapi baunya harum. Ia tersenyum melihatku.“Maaf Mas, sapu tangan saya ketinggalan,” katanya.Ia mencari-cari.




















