Tapi ia terperangah lalu berdiri mencegahku dengan alasan aku basah nanti. Bokep Mama Ketika kumasukkan tangannya ke dalam celanaku“Ah, jangan kak, nanti dilihat orangtuaku”, katanya sambil menarik tangannya seolah takut dan malu ketahuan orangtuanya. Bagaimana denganmu?” bisikku merapatkan bibirku ke telinganya agar ucapanku tidak kedengaran orang yang ada di belakangku. Ia nampaknya tetap pasrah, malah ikut bersandar kepundakku, sehingga kepalaku saling bersentuhan.“Dar, aku sangat mencintaimu sayang. Ternyata usahaku berhasil. Sayang kami sedikit terlambat sehingga sulit lagi mendapatkan tempat paling di belakang yang kuincar sebelum masuk. Aku sengaja sesekali batuk, menghentakkan tubuh ke kasur dan bergerak-gerak agar Nidar terpancing mau mendahului dan mau mengerti maksudku. Kuberanikan mengangkat pahaku ke atas pahanya yang mulus dan tak terbungkus itu. Waktu itu aku masih ingat, dimana kami telah sepakat untuk melanjutkan pendidikan kami di ibukota propinsi kami (sebut saja kota makassar). Hanya saja, getaran jantung “dag dig dug” selalu mengganggu pikiranku.




















