Ia sudah menabah-nabahkan hati untuk siap menerima kemungkinan terburuk. Dua puluh menit Faried termenung di taksinya di luar bandara, matanya kosong menatap langit biru. Bokep Family Ayu hanya bisa pasrah. Ayu mulai tak canggung-canggung mengungkap riwayat hidupnya pada si sopir. Terkadang jari-jari tangannya menggaruk mesra punggung Ayu dengan lembut, atau meraba, mengusap dan memainkan payudaranya yang menggantung menantang di atas perutnya. Maka ia mematuhi ‘rambu-rambu’ itu secara konsisten. Sambil terus bermain lidah, mereka menikmati sensasi yang luar biasa itu.“Aaaaahhhhh….!!” erang Faried melepas ciuman“Iyaahhhh….teruusss…..teruussshhh!!”Ayu juga merasakan hal yang samaFaried merasa seperti melayang ke langit. Faried tersenyum dan kembali mengalihkan pandangan ke depan. Sekitar setengah jam dalam posisi demikian, akhirnya Faried merasakan ada sensasi luar biasa yang membuat tubuhnya serasa mau meledak. Gerbangnya sudah mulai terbuka, berwarna merah muda dengan dihiasi bulu-bulu halus dan dicukur rapi. Ketika selesai tugas malam itu, ia menemukan sebuah lipstick di lantai belakang taksinya.Keesokan harinyaHari itu adalah hari terakhir kontrak sewa Faried dengan Ayu.




















