Yg tidur dirumahku. Saat itu, tatapanku akhirnya berakhir pada seorang laki-laki berperawakan tinggi, dgn tubuh tegap dan kulit putih. Bokep Barat Aku tetap malas keluar kamar. “Eh teteh, boleh.” Jawab nya terlihat sedikit kaget mendengar todonganku, lalu dia mengotak atik hp nya lalu menyerahkan padaku. Hari terus berlalu, laki-laki itu belum kembali kerumahku. Aku menurutinya. Didalam kamar aku langsung terduduk diatas kasur. Adit melanjutkan menjemur pakaiannya. Tengah malam itu kami sudah berdua didapur yg remang-remang. Aku ikut tersenyum. “Cieeee penasaran, pasti ada maunya.” Goda Adit. Di kamar sudah ada tv, dan kamar mandi. Dia ga berani ke kamar mandi kamar yg dia tempati. Itu lebih enak menurutku. “Gak papa Bud, kan nanti bisa lagi.” Kataku. Dan creeettt, creeettt.. Dgn tanpa basa-basi aku mendekatinya lalu tersenyum. Hahaha, dasar cowok, pandangan mata nya hanya bisa melihat lurus kedepan. Dirumahku atau pun lebih bebas dirumahnya yg memang dia tempati sendirian. Aku jarang sekali keluar kamar, meski mereka datang, aku selalu diam didalam kamar.




















