Yang pasti sepanjang jalan menuju kamarku, pikiranku dipenuhi dengan kontol si Willy yang luar biasa itu. Ada apa denganku ini? Bokep Jepang Apa yang kami minta selalu bisa dipenuhinya. Mataku yang sedang merem melek langsung menatapnya. Di pekerjaanpun ia tetap paten. Hampir tiap hari dia ada di rumah. Mama tak sadar dengan kehadiranku, karena saat itu ia sedang memejamkan matanya sambil mendesah-desah. Jadi Mama pasti sedang ngorok kecapaian,” jawab Mimi yakin. Tapi dia masih duduk di semester dua. Ia tak merasa ada yang aneh dengan kejadian semalam. Aku tak ingin kehilangan momen yang indah itu sedetikpun. Setelah mendpatkan minuman dingin, aku segera meninggalkan dapur. Ia tetap cuek aja seperti biasanya. Entahlah. Si Mimi tahu tentang hal itu dan dia sih santai-santai aja. Pas aku nyampe di dapur aku terkesima. Selama ini kupikir kontolku sudah paling gede. Jangan salah sangka dulu men. Bisa dibilang, si Willy ini piaraan Mama. “Gila lo. Kok aku jadi mikirin itu aja sih?!




















