“Rian…sayang..kemana kamu?” tanya ku.Aku coba untuk posisi telungkup. ah.. Bokepindo “Ayoo.. ..” Kucoba untuk membuang rasa penasaranku. Mereka pun segera beranjak keluar kamar.Melihat ibu dan om-om itu mau keluar, aku pun segera menjauh dari pintu. mmm.. “Gila kamu bertanya seperti itu!” Rian sedikit membentak aku. “Uwweekk… uuh.. Uh…seperti apa aku melihatnya gak tahu lah, “Sayang…oh…sayang…”“Gila kamu Shinta! Aku pun ikut menyaksikan keindahan kelap-kelip bintang itu. Entah apa namanya air kental itu, aku tak tahu, karna aku belum tahu air putih kental itu. Suara menggerung seperti anak motor atau seperti motor yang kurang di rawat, tentu sangat bising di dengarnya.Tak beberapa lama Ia pun melaju dengan roda duanya. Terlihat daun pintu Ibu ku terbuka, aku penasaran, ‘Apakah om-om tadi ada di kamar Ibu ku.’Dugaan ku benar, ternyata om-om itu sudah ada di dalam kamar Ibuku. Aku mendengar ibu menceloteh. eehh” Sekilas aku mendengar ibuku berbicara dengan om-om itu. Namun aku gak berani mengintipnya, aku hanya mendengarkan suara dari balik daun pintu mamahku.“Mas jangan sekarang kita kan mau pergi..










