Mia kelihatannya hati-hati untuk tidak sampai menyenggol kontol saya. Bokep Colmek Iya, sudah jauh lebih baik” kata saya dengan tersenyum. Selesai sarapan kembali saya tertidur. Jari saya sibuk mengelus vagina dan memainkan klitorisnya. Jam 11 siang saya terbangun, kepala terasa semakin berat dan lemas sekali.Saya minta pembantu saya untuk panggil taksi. Mia lalu membalur sabun cair di daerah selangkanganku. Mia tersenyum dan membiarkan tangan saya memegang lengannya. Mia menggosok dada, punggung dan lengan saya. “Panggil Arthur saja, enggak usah pakai Pak. “Sebentar saja sayang, 10 menit deh” ujar saya dengan nafsu yang sudah naik ke ubun-ubun, berharap Mia mau melayaniku. Biasanya suster itu hanya akan memantau kondisi sebelum saya tidur. Terasa bulu-bulu kemaluan Mia disekitar vaginanya. “Tidak apa-apa kok, normal kok” jawab Mia sambil tersenyum.Duh senyumannya membuat jantung saya berdegup dengan kencang.




















